Jumat, 10 Maret 2017

Anton von Werner - Im Etappenquartier vor Paris


Judul: Im Etappenquartier vor Paris (Di Tempat Bermarkas Prajurit di Luar Paris)
Pelukis: Anton von Werner (1843-1915)
Medium: Cat minyak
Ukuran: 120 x 158 cm
Dibuat: 24 Oktober 1870 - 1894
Milik: Nationalgalerie, Staatliche Museen zu Berlin (Jerman)

Lukisan karya pelukis Jerman Anton von Werner ini diselesaikan pada tahun 1894 dan langsung dibeli oleh Nationalgalerie di Berlin (ini merupakan hasil karya pertama Werner yang didapatkan oleh musium terkemuka Jerman tersebut). Meskipun begitu, sketsa yang menjadi basis dari lukisan ini telah dibuat 24 tahun sebelumnya: pada tanggal 24 Oktober 1870, saat sang seniman mengiringi Kepala Staff Jenderal Prusia, Helmuth von Moltke (1800-1891), dalam petualangannya di negara Prancis yang telah diduduki. Hasil akhir lukisan ini menggambarkan pasukan Prusia yang menjadikan Château de Brunoy di luar Paris sebagai markas mereka saat sedang berkecamuknya Perang Prusia-Prancis di tahun 1870-1871. Lebih jelasnya, Werner mendokumentasikan setiap detail dari adegan lukisan tersebut beserta dengan latarnya - begitu rinci, bahkan sampai ke sol sepatu prajurit di kanan yang menunjukkan sisa-sisa dari hasil reparasi asal-asalan! Tujuan sebenarnya dari sang pelukis sendiri adalah untuk menekankan situasi kontras yang terjadi antara prajurit-prajurit kotor yang kelelahan sehabis bertempur (bersama sepatu mereka yang belepotan oleh lumpur), dengan interior mewah dari kastil yang diminta untuk dijadikan tempat mereka menginap untuk sementara. Keadaan kontras ini juga terlihat dari warna yang digunakan oleh Werner: prajurit-prajurit tersebut, yang memakai seragam biru dengan garis merah, diberi warna utama yang serba gelap. Sementara itu, lingkungan sekitar mereka dibuat dengan warna-warna pastel cerah yang merupakan perpaduan anggun antara putih dan kuning keemasan. Dalam lukisan ini - dan juga lukisan-lukisan lain di periode yang sama yang dibuatnya - Werner seakan ingin mengedepankan keunggulan kebudayaan Jerman atas Prancis. Sebagai contoh, prajurit-prajurit tersebut digambarkan sebagai sekumpulan manusia bertatakrama, yang tidak menghancurkan kediaman dari wilayah musuh mereka yang telah dikuasai serta menjadikan furniturnya sebagai umpan api unggun sebagai manifestasi dari pembalasan dendam dalam konflik antar kedua negara (tidak seperti yang biasa terjadi di masa-masa sebelumnya). Sebaliknya, mereka telah berbaik hati kepada sang tuan rumah dengan menyempatkan diri untuk mencari bahan kayu bakar di luar kastil (terlihat di luar jendela di latar belakang). Selain itu, meskipun prajurit-prajurit Jerman digambarkan kucel dan kotor, mereka tidak lantas terlihat menjadi kasar. Sebaliknya, mereka telah cukup mempunyai "Deutsche Bildung" (Karakter Jerman) - yang merupakan hasil dari pendidikan serta pendewasaan kebudayaan secara mandiri - sehingga masih sempat-sempatnya untuk menghibur tuan rumah dengan menghadirkan "konser mini" melalui perpaduan piano dengan nyanyian tunggal (berdasarkan kesaksian dari sang pelukis sendiri, pada saat itu mereka sedang membawakan lagu hasil komposisi Franz Schubert yang terinspirasi dari puisi Heinrich Heine: "Das Meer erglänzte weit hinaus” - Pancaran Sinar Samudera yang Terpendar Sampai Jauh - yang, lanjut Werner, merupakan komposisi yang populer di kalangan korps musik militer Prusia pada masa itu). "Pelajaran sejarah" semacam ini tidak akan luput dari perhatian pemirsa Jerman di tahun 1894. Meskipun begitu, adalah salah kalau menuduh Werner sebagai chauvinis atau iliberal. Tak ada untungnya bagi dia apabila "musuh" digambarkan sebagai orang-orang yang menjijikkan atau lebih rendah tingkatannya dari pihak Jerman. Kenyataannya, wanita Prancis pemilik kastil serta anak perempuannya digambarkan ikut menikmati konser dadakan tersebut, terlihat menikmatinya, dan tak menunjukkan kesusahan hidup akibat perang seperti halnya yang terjadi pada sebagian besar penduduk Paris pada saat itu. Bukti lain dari "kebaikhatian" para penakluk Jerman adalah kehadiran vas bunga serta jam mahal - yang memberi pesan bahwa prajurit-prajurit ini tidak merampasnya dari pihak tuan rumah.


Sumber :
http://militarypaintings.blogspot.co.id/2016/10/in-troops-quarter-outside-paris.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar